Kamis, 15 Mei 2014

Perjalanan Chelsea FC Sejak Abramovich Bertahta

Perjalanan Chelsea FC Sejak Abramovich Bertahta


     Ketika ekonomi di Eropa mulai sulit dan pasar hampir mustahil untuk diprediksi, ide bahwa klub sepakbola adalah investasi yang cemerlang pun menjadi lebih signifikan. Di tahun 2003, Ken Bates, saat itu bos dari Chelsea FC, menjual klub yang dimilikinya secara mayoritas ke seorang pengusaha minyak dari Rusia yang berniat untuk terjun dan ambil bagian.
Melalui tahap takeover saham rumit, yang bila dijabarkan akan membuat Anda pusing, akhirnya Roman Abramovich memiliki saham lebih dari 90% sehingga bisa duduk di kursi pemilik Chelsea. Hal yang pertama dia lakukan adalah membentuk tim marketing, serta membuat staf Chelsea lembur siang dan malam. Abramovich ingin menjadikan Chelsea sebuah klub yang mempunyai gaung di persepakbolaan global. Teriakan “Chelsea! Chelsea!” ingin didengarnya di seluruh penjuru dunia. Ambisi Abramovich bukan sekadar omong kosong. Jose Mourinho, seorang pelatih muda dari Portugal yang meraih kesuksesan Eropa tertinggi dengan memuncaki
Liga Champions dengan FC Porto di tahun 2004, memunculkan rasa penasaran Abramovich. Jika Abramovich penasaran akan suatu hal, dia akan membelinya. Ketika uang tak menjadi halangan, Chelsea memboyong sejumlah pemain berkelas dunia untuk menghuni skuat yang diarsiteki Mourinho ini. Chelsea sudah punya Hernan Crespo, Adrian Mutu, Juan Sebastian Veron, dan Claude Makalele dari era Claudio Ranieri.
      Lalu kemudian Damien Duff yang sempat jadi transfer termahal dengan banderol 17 juta poundsterling. Tim hebat dengan pemain berkualitas. Musim berikutnya, 2004-2005, Abramovich menggelontorkan jumlah yang tak sedikit untuk mendatangkan pilar FC Porto Ricardo Carvalho dan Paulo Ferreira. Juga salah satu kiper muda terbaik pada saat itu, di diri Petr Cech. Untuk menambah pundi gol musim itu, Dider Drogba dari Marseille dan Arjen Robben serta Mateja Kezman dari PSV. Hasilnya? Setelah gagal juara bersama Ranieri, Chelsea sukses meraih dua gelar Premier League secara berurutan. Impresif. Setidaknya, hasil akhir di musim pertama bersama Mourinho memberikan sedikit senyuman di wajah Abramovich. Dia, Mou, dan pemain-pemain Chelsea berhasil memberikan gelar juara Liga Inggris untuk pertama kalinya dalam 50 tahun. Subsidi dari Rusia terus berlangsung demi memuaskan sang Tsar yang haus gelar. Selama kepemimpinan Abramovich, Chelsea telah mengantongi 3 gelar juara Premier League, 4 Piala FA, dan menjadi klub London pertama yang meraih gelar Liga Champions.
        Tak hanya itu, Chelsea menjadi salah satu klub paling dikenal di dunia dengan nilai hingga 470 juta poundsterling. Mungkin Chelsea tanpa Abramovich tak bisa dibilang klub yang jelek. Tapi, Chelsea dengan Abramovich adalah suatu klub dengan level yang jauh berbeda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar